6 Safar 1442 H
PPDB 2020

Login Member
Username:
Password :
Statistik
Pengunjung : 1571344 pengunjung
Hits : 23708 hits
Hari ini : 51 users
Online : 2 users


IP Anda : 3.226.248.180
Browser :
OS:

PEMBELAJARAN TATAP MUKA SMPN 2 BA III PADA MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU

Tanggal : 08/24/2020, 12:13:04, dibaca 69 kali.

Kayuara Kuning, 24 Agustus 2020

Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, aktivitas belajar dan mengajar di sebagian kecil sekolah, kampus, dan tempat kursus mulai aktif kembali. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan siswa dan pihak sekolah untuk menghindari penularan virus Corona.


Setelah anak-anak menjalani aktivitas belajar di rumah selama kurang lebih 4 bulan, pemerintah mulai mempertimbangkan untuk membuka kembali sekolah dan memperbolehkan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka, terutama bagi sekolah yang berada di zona hijau. Namun, hal tersebut tentunya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan selama masa adaptasi kebiasaan baru yaitu menggunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

Setiap orang tua tentu harus selalu waspada ketika anak diperbolehkan kembali belajar di sekolah. Pasalnya, wabah COVID-19 belum usai dan penularan virus corona masih berisiko terjadi. Oleh karena itu, pihak sekolah dan para orang tua juga harus mengikuti protokol kesehatan dan melakukan berbagai persiapan agar anak-anak bisa kembali ke sekolah dengan aman di tengah pandemi COVID-19.

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh pihak sekolah dan lembaga pendidikan lain sebelum menjalankan kembali aktivitas belajar mengajar selama pandemi COVID-19, yaitu:



  • Menyediakan sanitasi, seperti toilet yang bersih, dan fasilitas cuci tangan yang diengkapi dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer

  • Memiliki akses ke fasilitas kesehatan masyarakat, seperti puskesmas, klinik, dan rumah sakit

  • Menerapkan area wajib masker atau pelindung wajah (face shield)

  • Melakukan pengukuran suhu tubuh, misalnya dengan termometer infrared, pada setiap orang yang memasuki wilayah sekolah

  • Memetakan kelompok orang, termasuk guru, murid, atau staf, yang tidak dianjurkan melakukan kegiatan di sekolah, misalnya karena baru kembali dari wilayah zona merah atau hitam

  • Membuat kesepakatan dengan komite pendidikan, terkait penerapan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka

  • Menyediakan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi petugas gugus tugas

  • Siswa duduk di kursi yang telah diatur dengan jarak 1 meter antarsiswa.

  • Pembelajaran tatap muka langsung di sekolah dilaksanakan sesuai dengan jadwal pelajaran yang telah disusun oleh Wakasek  Kurikulum.

  • Jumlah siswa yang ada di dalam kelas tidak boleh lebih dari sepertiga jumlah siswa di kelas yang sebenarnya.

  • Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler dianjurkan untuk ditiadakan sementara. Kalaupun kegiatan ini diadakan, setiap orang harus tetap menjaga jarak.

  • Siswa membawa bekal masing-masing dan diwajibkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan saat waktu istirahat. Makan dan minum di waktu istirahat sebaiknya hanya di meja masing-masing.

  • Apabila ada peserta didik yang pingsan maka diberi pertolongan pertama oleh petugas gugus tugas dengan menggunakan APD, kemudian siswa dirujuk ke puskesmas setempat.


Selain berada di zona hijau, sekolah yang akan mengadakan kembali aktivitas belajarnya perlu mendapatkan izin dari pemerintah daerah atau Kementerian Agama serta sebelumnya juga orang tua siswa membuat surat pernyataan bersedia/tidak besedia mengikuti kegiatan tatap muka di sekolah.




Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :
 
Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas

Kembali ke atas